Tampilkan postingan dengan label Madrid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madrid. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2009

Telan Zaragoza, Madrid Kembali Ancam Barcelona

Real Madrid kembali bersaing ketat dengan tim yang baru saja menjadi terbaik di dunia, Barcelona, setelah menghancurkan tim debutan musim ini Real Zaragoza dengan keunggulan enam gol tanpa balas di Santiago Bernabeu, Sabtu (19/12).

Dengan kemenangan tersebut maka posisi Real Madrid saat ini tetap berada di urutan kedua, namun hanya terpaut dua angka dari Barcelona (39 angka) dari 15 pertandingan. Sementara Real Zaragoza masih menempati urutan tiga terbawah dengan nilai 12 poin.

Dipimpin kembali oleh pemain termahal di dunia Cristiano Ronaldo, Real Madrid tampil menggebrak sejak menit-menit pertama ketika wasit meniupkan peluit.

Kegemilangan Real Madrid memetik kemenangan besar itu tidak terlepas berkat dua gol yang ditorehkan masing-masing oleh Gonzalo Higuain dan Rafael van der Vaart. Sementara sisanya masing-masing dilesakkan Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.

Madrid membuka keunggulan cepat saat pertandingan baru berjalan tiga menit melalui Gonzalo Higuain, yang terus mengalami grafik penampilan yang meningkat.

Akan tetapi gawang Zaragoza kembali bergetar di menit ke-27 saat umpan terukur Lassana Diarra dengan dingin diselesaikan oleh Rafael van der Vaart.

Hanya bertahan satu menit Van der Vaart kembali mengharumkan namanya di dalam daftar pencetak gol Madrid, sebelum Higuain kembali mencatatkan gol keduanya di pertandingan ini dengan tendangan lambung ke tiang jauh, guna menutup babak pertama 4-0.

Empat menit setelah turun minum Cristiano Ronaldo menjadikan kedudukan 5-0 saat umpan silang Marcelo membuat mantan pemain Manchester United melakukan ketrampilannya dalam melewati bek lawan dan kemudian melepaskan tendangan melengkung yang sangat indah.

Pertandingan Real Madrid yang sangat menghibur ini ditutup oleh penyerang Prancis Karim Benzema yang masuk menggantikan Higuain, dimana kali ini giliran Van der Vaart yang memberikan umpan kepadanya.

Susunan pemain:

Real Madrid: Iker Casillas; Sergio Ramos, Garay, Albiol, Arbeloa; Mahamadou Diarra, Lassana Diarra, Van der Vaart (Raul 73), Marcelo (Granero 63); Ronaldo, Higuain (Benzema 63).

Real Zaragoza: Lopez Vallejo; Diogo, Ayala, Pavon, Paredes; Ponzio, Abel Aguilar (J.Lopez 65), Ander Herrera; Pennant (Braulio 87), Arizmendi (Ewerthon 65), Lafita

Kamis, 06 Agustus 2009

Alonso Akan Menjadi "Konduktor" Madrid

Gelandang baru Xabi Alonso akan menjalani jabatan "konduktor" di dalam tim Real Madrid. Hal itu dijelaskan dalam jumpa pers pertamanya pada hari Rabu (5/8).

Pemain yang dibeli dari Liverpool dan mendapat kontrak lima tahun itu langsung menjalani latihan bersama tim barunya pasca melewati tes medis.

"Saya akan berusaha dan melakukan apa yang biasa saya lakukan di sektor tengah. Saya akan memberi umpan kepada rekan dan mengatur permainan. Saya paham bagaimana melakukannya," tutur pemain Spanyol ini.

"Saya mengambil kesempatan meninggalkan Liverpool tak lama setelah Madrid tertarik pada saya. Mana mungkin saya menolak Madrid," imbuh Alonso yang menghabiskan masa lima tahun di Anfield.

Setelah ini, Alonso akan ikut serta dalam tur Madrid ke Amerika Utara. Sementara manajemen masih akan dipusingkan dengan cuci gudang karena pasukan Manuel Pellegrini hanya akan berjumlah 25 pemain.

Gelandang Rafael van der Vaart, striker Klass Jan Huntelaar dan gelandang Alvaro Negredo yang justru baru direkrut adalah yang masuk dalam daftar siap untuk dilepas.

Rabu, 05 Agustus 2009

Alonso Pembelian Terakhir Madrid

Setelah berhasil mendapatkan gelandang Xabi Alonso dari Liverpool, direktur umum Real Madrid Jorge Valdano memastikan klubnya akan berhenti membeli pemain lagi di bursa transfer musim panas ini.

Semalam Madrid akhirnya berhasil mencapai kesepakatan dengan Liverpool seputar kepindahan Alonso yang sudah diburu sejak beberapa waktu terakhir.

Punggawa tim nasional Spanyol itu tinggal menjalani tes medis saja untuk melengkapi kepindahannya ke Santiago Bernabeu.

Alonso menjadi rekrutan kedelapan Madrid di bursa transfer musim panas ini setelah Kaka, Cristiano Ronaldo, Raul Albiol, Karim Benzema, Alvaro Arbeloa, Esteban Granero hingga Alvaro Negredo.

Keberhasilan mendapatkan Alonso membuat Valdano memastikan klubnya tidak akan membeli pemain lagi dan kini akan fokus untuk menjual pemain yang sudah tidak dibutuhkan pelatih Manuel Pellegrini.

"Dengan kepindahan Alonso kami mengakhiri pencarian untuk pemain baru. Kami terus mencari jalan keluar bagi pemain yang tidak dibutuhkan lagi," ujar Valdano.

"Kami memahami Xabi Alonso merupakan pemain penting untuk melengkapi skuad kami dan itu patut bagi Real Madrid bertarung untuk merekrutnya," tukas Valdano kepada Cadena Ser.

Beberapa pemain yang kabarnya bakal dilepas Madrid antara lain Ruud van Nistelrooy, Klaas Jan Huntelaar, Rafael van der Vaart, Wesley Sneijder hingga Royston Drenthe.

Madrid berharap dapat menjual pemain-pemain yang tidak dibutuhkan lagi oleh Pellegrini guna mendapatkan dana untuk menutupi pengeluaran mereka sebesar lebih dari 250 juta euro dalam merekrut delapan pemain anyar.

Kaka'

Nama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite
Nama panggilan Kaká
Tanggal lahir 22 April 1982 (umur 27)
Tempat lahir Brasília, Brasil
Tinggi 1.86 m (6 ft 1 in)
Posisi bermain Gelandang menyerang, Striker bayangan
Informasi klub
Klub saat ini Real Madrid
Nomor 8
Klub senior1
Tahun Klub Tampil (Gol)
1999-2003
2003-2009
2009- São Paulo
A.C. Milan
Real Madrid 59 (23)
193 (70)
Tim nasional2
2002- Brasil 64 (24)

1 Penampilan dan gol di klub senior
hanya dihitung dari liga domestik dan
akurat per 09:40, 9 Juni 2009 (UTC).
2 Penampilan dan gol di tim nasional

akurat per 9 Juni 2009.

Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir di Brasília, 22 April 1982; umur 27 tahun), lebih dikenal dengan nama Kaká, adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub Real Madrid (bergabung tahun 2009; sebelumnya pada 2003-2009 di A.C. Milan). Kaká umumnya bermain di posisi gelandang serang ataupun penyerang. Ia dikenal mempunyai dribble yang sangat baik serta umpan-umpan yang akurat. Tinggi badannya ialah 186 cm.

Kaká menikah dengan Caroline Celico pada 23 Desember 2005 di sebuah gereja di São Paulo, Brasil

Masa kecil

Kaká dilahirkan di Brasília, Brazil pada tanggal 22 April 1982, ia merupakan anak dari pasangan Simone Cristina dos Santos Leite dan Bosco Izecson Pereira Leite. Kaká mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang dikenal sebagai Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Italia.

Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya, Bahasa Portugis, yang diucapkan seperti ejaannya, dengan penekanan pada suku kata kedua yang ditandai dengan aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama "Ricardo" di Brasil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak bisa mengucapkan kata "Ricardo" ketika mereka masih kecil. Rodrigo memanggil kakaknya "Caca" yang kemudian berganti menjadi Kaká. Di Eropa ia dikenal dengan pamnggilan RickyKaka.

Pada bulan September 2000, di usia 18 tahun, Kaká mengalami ancaman pada karirnya dan kemungkinan patah tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat dari sebuah kecelakaan kolam renang. Hal yang terburuk tidak terjadi dan Kaká pulih sepenuhnya dari insiden itu. Dia bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhannya dan sejak saat itu ia menyumbangkan penghasilannya untuk gerejanya.

Karir klub

Kaká menandatangani kontrak dengan São Paulo pada usia 15 tahun dan memimpin tim juniornya pada kemenangan ‘Copa de Juvenil’. Ia memulai debutnya di São Paulo FC tahun 2001 ketika di berusia 18 tahun. Pada musim pertama, ia mengoleksi 12 gol dalam 27 pertandingan dan 10 gol dalam 22 pertandingan di musim berikut. Pada usia 17 tahun, ketika ia masih dalam tim junior, Sao Paulo berniat menjual Kaká ke tim dari Liga divisi 1 Turki, Gaziantepspor. Transaksi tidak terjadi, karena manajer Gaziantepspor, Nurullah Sağlam, dan dewan pengurus tim itu menolak untuk membayar $1.5m untuk pemuda 17 tahun itu. Setelah bergabung dengan tim senior São Paulo FC, penampilan Kaká menarik perhatian klub-klub Eropa.

Dia bergabung dengan AC Milan dengan bayaran US $8.5 m, jumlah yang dianggap sedikit oleh pemilik klub Silvio Berlusconi. Dalam sebulan, ia telah masuk ke dalam tim utama dan sejak saat itu pula ia menjadi starter. Debutnya di Serie A adalah ketika Milan bertandang melawan A.C. Ancona, menang 2-0. Dia menghasilkan 10 gol dalam 30 pertandingan pada musim itu, memenangkan Serie A dan Piala Super Italia.

Kaká adalah bagian inti dari lima orang pemain tengah pada musim 2004-2005, biasa bermain dalam posisi penyerang bayangan di belakang striker Andriy Shevchenko. Dia mengoleksi 7 gol dalam 36 pertandingan liga dan juga memenangkan Piala Super Italia bersama dengan klubnya. Milan meraih posisi kedua setelah Juventus di Serie A dan dalam partai final dengan Liverpool pada adu penalti di Piala/Liga Champions.

Salah satu gol Kaká yang sangat menakjubkan adalah ketika melawan Fenerbahçe SK di pertandingan pertama AC Milan dalam Piala/Liga Champions 2005-06, Rossoneri menang 3-1. Gol itu membuatnya disamakan dengan Diego Maradona, karena Kaká memulai larinya dari tengah lapangan dan melewati tiga ganjalan sebelum memasuki daerah penalti dan menyelesaikannya dengan shot rendah di bawah kiper Fenerbahçe, Volkan Demirel.

Pada 9 April 2006, ia membuat tiga gol pertamanya dalam pertandingan melawan Chievo Verona. Ketiga golnya dihasilkan pada babak pertama. Pada 2006, Real Madrid menunjukkan ketertarikannya menggaet bintang 25 tahun ini, tetapi Milan dan Kaká menolak untuk menjual. Kaká telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Milan hingga 2011.

Pada 1 November 2006, AC Milan lolos babak penyisihan Piala/Liga Champions setelah Kaká membuat tiga gol yang membantu timnya menang 4-1 melawan R.S.C. Anderlecht. Ini adalah tiga gol keduanya di Milan dan tiga gol pertamanya di kompetisi Eropa.

Kemudian pada tanggal 8 Juni 2009, Kaká bergabung dengan Real Madrid dengan kontrak 6 tahun, dengan nilai transfer yang diperkirakan sekitar 65 Juta Poundsterling.

Tim nasional

Kaká melakukan debut internasionalnya pada bulan Januari 2002 dalam pertandingan melawan Bolivia. Dia adalah bagian dari tim nasional yang menang pada Piala Dunia 2002, tetapi aksinya tidak terlalu terlihat karena hanya bermain 19 menit di babak pertama pertandingan Kosta Rika. Pada tahun 2003, dia menjadi kapten tim dalam turnamen Piala Emas di Amerika Serikat dan Meksiko, memimpin Brasil ke posisi kedua dan membuat gol yang menentukan dalam pertandingan melawan Kolombia. Setelah itu, dia beraksi di Piala Konfederasi 2005, dengan Kaká menciptakan gol dan menang dalam pertandingan final melawan Argentina (dalam perayaan setelah pertandingan, dia dan rekan-rekan setimnya memakai T-shirt dengan tulisan "Jesus Loves You--Yesus mencintaimu" dalam berbagai bahasa.) Dia berhasil mendapat tempat ke-10 dalam voting penghargaan untuk FIFA World Player of the Year 2004. Pada kompetisi tahun 2005, ia naik dua peringkat lebih tinggi. Terakhir, ia membantu Brasil dalam masuk kualifikasi pada Piala Dunia 2006. Kaká semakin matang sebagai pemain dan dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik dari Brasil. Dia mencatatkan gol pertama Brazil di Piala Dunia 2006 pada pertandingan melawan Kroasia tanggal 13 Juni 2006. Pada 3 September 2006 dia menyumbangkan salah satu gol briliannya untuk tim Brazil setelah melakukan umpan yang membuahkan gol kepada pemain yang baru masuk, Elano Blumer. Kaká mendapat bola dari pantulan sepak pojok Argentina, dan mengambil bola dari ¾ lapangan lalu mencetak gol. Pada 15 November 2006, Kaká dipilih sebagai kapten Brazil dalam pertandingan persahabatan melawan Swiss karena absennya kapten Brasil sebelumnya, Lucio yang disebabkan oleh cedera.

Piala Dunia 2006

Pada pertandingan pertama Brasil di grup F, Kaká mencetak gol di menit ke-44 saat melawan Kroasia. Tendangan kaki kiri dari jarak 25 meter membuat Brazil meraih kemenangan 1-0. Media menganggap Kaká sebagai satu-satunya anggota dari "magic quintet" – Adriano, Kaká, Ronaldo, Robinho and Ronaldinho yang dihasilkan dalam pertandingan itu. Dan juga ketika melawan Ghana dia mencatatkan dirinya dalam sejarah dengan mengumpan kepada Ronaldo, yang akhirnya menghasilkan gol, sehingga Ronaldo memecahkan rekor Gerd Müller, gol terbanyak di Piala Dunia. Kaká ternyata tidak dapat meneruskan kinerjanya ke pertandingan selanjutnya dan Brasil dikalahkan oleh Perancis di perempat final.

Kehidupan pribadi dan agama

Kaká menikahi Caroline Celico di Gereja pada 23 Desember 2005, dua tahun setelah kepindahan Kaká dari Sao Paulo ke Milan. Caroline dilahirkan pada 26 Juli 1987, anak dari Rosangela Lyra, direktur Dior di Brazil dan Celso Celico, seorang pengusaha. Dia dan Kaká bertemu pada tahun 2001 ketika ia masih seorang menjadi seorang siswi dan Kaká masih bermain untuk São Paulo Football Club. Pernikahannya dihadiri 600 orang, termasuk rekan-rekan pesepak bola: Cafu, Ronaldo, Adriano, Dida, Júlio Baptista dan juga pelatih nasional Brasil, Carlos Alberto Parreira. Caroline berencana mendapatkan gelar sarjana bisnis dari universitas di Milan.

Kaká adalah seorang penganut Kristen yang taat. Dia dikenal suka memakai Christian gear dari dulu: dia pernah memakai T-shirt dengan tulisan I Belong to Jesus dalam beberapa pertandingan, seperti saat perayaan kemenangan Brasil di Piala Dunia 2002, dan perayaan Scudetto Milan pada Mei 2004. Dia menggunakan sepatu yang ditambah dengan tulisan pada lidah sepatunya. Tiap kali ia mencetak gol dia menunjuk dengan jari-jarinya ke langit sebagai tanda terim kasihnya kepada Tuhan dan mungkin ini yang pertama bagi seorang pesepak bola yang di levelnya: Dia bangga bahwa dia masih virgin ketika dia menikah.

Anda perlu tahu bahwa tidak seperti kebanyakan pemain bola lainnya, minuman yang disukai Kakà hanyalah air putih dimana kebanyakan pesepak bola lainnya lebih suka menenggak minuman-minuman keras sambil berpesta di bar. Walau sempat diremehkan rekan-rekannya, ia tetap konsisten pada pendiriannya sehingga akhirnya ia justru dihormati teman-temannya, keukaanya mendengar musik gospel juga aneh di kalangan pemain yang lain ia sangat mengidolakan penyanyi gospel Brasil, Aline Baros. Kakà suka dengan kepribadiannya yang saleh. Semua rekan-rekannyanya sama sekali tidak mengetahui Aline Baros karena mereka mungkin lebih memilih musik bertipe rock, dan lain-lain. Hal ini pulalah yang dulu membuat hubungan Kakà dan Andriy Shevchenko sangat dekat, Shevchenko juga seorang pribadi religius sehingga Kakà merasa begitu dekat dengannya, namun hubungan itu harus terputus setelah Shevchenko pindah ke Chelsea musim 2006, tetapi Kakà terkadang masih menyempatkan diri menghubungi Shevchenko. Kakà sangat menyukai warna putih yang melambangkan kesucian serta ketulusan. Kakà sangat suka berdoa, bahkan ia sering mengajak rekan-rekannya turut berdoa. Kakà termasuk seorang penggila mobil Ferarri, ia suka dengan modelnya yang sporty dan elegan. Kakà juga mengidolakan aktor Tom Hanks.

Serba-Serbi
Kaká adalah anggota organisasi "Athletes of Christ".
Dalam bahasa Italia, bahasa klubnya sekarang, padanan kata fonetisnya tertulis sebagai Kakà. Bagaimanapun juga, nama yang tertulis di kaos pemain dieja KAKA'(dengan tanda petik satu, bukan A dengan aksen) baik di klubnya di Milan maupun di tim nasional Brazil dulu. Pada Piala Dunia 2006, bagian punggung kaosnya tertulis KAKÁ. Kaká juga diambil dari bahas Portugis.
Sejak November 2004, Kaká telah menjadi duta Against Hunger untuk Program World Food PBB. Dia adalah duta yang paling muda pada saat dia ditunjuk.
Musik favorit Kaká adalah musik gospel.
Moto hidup Kaká adalah "I belong to Jesus" dan "God is faithful", yang ia jahitkan pada lidah sepatu Adidas Predator Absolutenya.

Prestasi


Klub :
Piala Super Eropa: 2003
Serie A: 2004
Piala Super Italia: 2004
Piala/Liga Champions: 2006-07
Piala Dunia Antarklub: 2007


Internasional :
Piala Dunia: 2002
Piala Konfederasi: 2005


Prestasi individu:
Bola de Ouro (Golden Ball; Pemain Terbaik Liga Brazil), 2002
UEFA Club Football Awards 2004-05, Pemain Tengah Terbaik
Pencetak gol terbanyak Liga Champions 2006-07 (10 gol)
Pemain Terbaik Dunia FIFA 2006-07
Ballon d'Or (2007)