Minggu, 20 Desember 2009

Leonardo : MU tak lebih baik dari Milan

Bertemu Manchester United dibabak 16 besar Liga Champions tidak membuat gentar AC Milan karena " Red Devil" tdak lebih baik dar "I Rossoneri". ungkap Pelatih AC Milan, Leonardo.

Pelatih AC Milan Leonardo menegaskan, timnya tak punya alasan untuk gentar bertemu Manchester United (MU) di babak 16 besar Liga Champions. Menurutnya, "Setan Merah" tak lebih baik dari "I Rossoneri".

Hasil undian Liga Champions di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat (18/12/2009) mempertemukan Milan dan MU di babak 16 besar. Pertemuan nanti bukan pertemuan yang pertama bagi kedua tim. Keduanya pernah bertemu delapan kali pada tahun-tahun sebelumnya. Hasilnya, Milan lebih banyak menang ketimbang "Setan Merah".

Milan sudah lima kali menaklukkan "Setan Merah", sisanya untuk kemenangan penggawa Old Trafford. Pertemuan terakhir terjadi pada musim 2006-07. "I Rossoneri" kalah 2-3 pada leg pertama semifinal di Old Trafford, tapi berhasil membalasnya di San Siro dengan kemenangan 3-0. Sebelumnya, pada musim 2004-05, Milan selalu menang 1-0 baik di kandang maupun tandang.

Berdasarkan catatan tersebut, Leonardo menilai tak ada alasan kuat untuk takut kepada MU. Ia yakin dapat lolos ke perempat final meski MU selalu menjadi lolos ke final di dua musim terakhir.

"Kalkulasi tidak bisa dipakai di situasi seperti ini. Manchester United adalah sebuah klub dengan tradisi hebat, seperti halnya Milan. Kami setara," jelasnya.

Meskipun demikian, Leonardo juga tak ingin sesumbar. Ia berjanji akan terus memperbaiki kualitas skuadnya jelang pertandingan tersebut. "Kami masih harus melihat dulu bagaimana situasi kami berdua di bulan Februari. Masih ada dua bulan menuju ke sana dan ada 25 hari di antara leg pertama dan kedua," pungkasnya.

Cukur Hull, Arsenal Tempati Peringkat Tiga

Arsenal berhasil menapak ke peringkat teratas setelah memetik kemenangan telak tiga gol tanpa balas ke gawang Hull City di pekan ke-18 Liga Premier di Stadion Emirates, Sabtu (19/12).

Kemenangan ini tentu saja mengantarkan skuad asuhan Arsene Wenger tersebut beranjak dua peringkat menggusur Aston Villa dengan poin sama 35, akan tetapi The Gunners unggul dari segi agresivitas gol dan satu pertandingan di tangan. Sementara Hull City masih berada di urutan 16 dengan 17 angka.

Bermain dengan semangat penuh dari dukungan puluhan ribu suporternya, Arsenal langsung menggebrak pertahanan Hull City yang digalang oleh Kamil Zayatte .

Arsenal mengancam gawang Hull City di menit 14 dan 15, saat Nasri yang mengirimkan umpan kepada Diaby hampir saja mengubah keadaan namun sayang tendangannya masih melebar dari sasaran.

Memasuki menit 22 diawali dari umpan apik kepada Eduardo di kotak terlarang Hull, pemain Kroasia kelahiran Brasil itu melepaskan tendangan kaki kiri yang melengkung ke arah gawang, akan tetapi masih sedikit melebar dari sasaran.

Setelah lama menunggu keadaan baru tercipta di menit-menit tambahan babak pertama, saat tendangan bebas Denilson dengan apik menembus pertahanan Hull yang mengarah ke sudut kiri gawang.

Saat paruh kedua berjalan strategi permainan tim asuhan Phil Brown sedikit mulai terlihat meski mereka hanya mengandalkan serangan balik dan petaka menimpa
The Gunners saat wasit melihat Mickael Silvestre terlihat menarik kostum Chris Fagan di kotak terlarang.

Wasit pun tanpa ampun langsung menunjuk titik putih, akan tetapi eksekusi yang diambil oleh penyerang andalan mereka asal Brasil, Geovanni, masih dapat dibaca dengan baik oleh Manuel Almunia yang tepat mengarah ke sisi kiri gawang. Sayangnya bola muntah yang menjadi ajang perebutan antara beberapa pemain Hull justru menjauh dari arah gawang.

Tiga menit kemudian justru Arsenal yang mampu menambah gol untuk kedua kalinya, dimana kerja sama apik antara Eduardo dan Diaby tinggal diselesaikan dengan dingin oleh Eduardo.

10 menit menjelang bubaran giliran Abou Diaby yang turut mencantumkan namanya di dalam daftar skor, dimana kali ini giliran umpan Andrei Arshavin yang diteruskan olehnya dengan tendangan keras ke gawang Myhill.

Susunan pemain:

Arsenal: Almunia, Eboue, Vermaelen, Gallas, Silvestre, Song Billong, Denilson, Nasri (Ramsey 69), Diaby, Eduardo (Walcott 75), Arshavin (Vela 83)

Hull City: Myhill, McShane, Zayatte, Gardner, Dawson, Boateng, Garcia (Cousin 61), Geovanni (Mendy 69), Barmby (Olofinjana 45), Hunt, Fagan

Telan Zaragoza, Madrid Kembali Ancam Barcelona

Real Madrid kembali bersaing ketat dengan tim yang baru saja menjadi terbaik di dunia, Barcelona, setelah menghancurkan tim debutan musim ini Real Zaragoza dengan keunggulan enam gol tanpa balas di Santiago Bernabeu, Sabtu (19/12).

Dengan kemenangan tersebut maka posisi Real Madrid saat ini tetap berada di urutan kedua, namun hanya terpaut dua angka dari Barcelona (39 angka) dari 15 pertandingan. Sementara Real Zaragoza masih menempati urutan tiga terbawah dengan nilai 12 poin.

Dipimpin kembali oleh pemain termahal di dunia Cristiano Ronaldo, Real Madrid tampil menggebrak sejak menit-menit pertama ketika wasit meniupkan peluit.

Kegemilangan Real Madrid memetik kemenangan besar itu tidak terlepas berkat dua gol yang ditorehkan masing-masing oleh Gonzalo Higuain dan Rafael van der Vaart. Sementara sisanya masing-masing dilesakkan Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.

Madrid membuka keunggulan cepat saat pertandingan baru berjalan tiga menit melalui Gonzalo Higuain, yang terus mengalami grafik penampilan yang meningkat.

Akan tetapi gawang Zaragoza kembali bergetar di menit ke-27 saat umpan terukur Lassana Diarra dengan dingin diselesaikan oleh Rafael van der Vaart.

Hanya bertahan satu menit Van der Vaart kembali mengharumkan namanya di dalam daftar pencetak gol Madrid, sebelum Higuain kembali mencatatkan gol keduanya di pertandingan ini dengan tendangan lambung ke tiang jauh, guna menutup babak pertama 4-0.

Empat menit setelah turun minum Cristiano Ronaldo menjadikan kedudukan 5-0 saat umpan silang Marcelo membuat mantan pemain Manchester United melakukan ketrampilannya dalam melewati bek lawan dan kemudian melepaskan tendangan melengkung yang sangat indah.

Pertandingan Real Madrid yang sangat menghibur ini ditutup oleh penyerang Prancis Karim Benzema yang masuk menggantikan Higuain, dimana kali ini giliran Van der Vaart yang memberikan umpan kepadanya.

Susunan pemain:

Real Madrid: Iker Casillas; Sergio Ramos, Garay, Albiol, Arbeloa; Mahamadou Diarra, Lassana Diarra, Van der Vaart (Raul 73), Marcelo (Granero 63); Ronaldo, Higuain (Benzema 63).

Real Zaragoza: Lopez Vallejo; Diogo, Ayala, Pavon, Paredes; Ponzio, Abel Aguilar (J.Lopez 65), Ander Herrera; Pennant (Braulio 87), Arizmendi (Ewerthon 65), Lafita

Mancini Gantikan Hughes di City

Meski terbilang mendapatkan rapor cukup baik karena hanya menelan dua kekalahan di sisa kompetisi tahun ini, pelatih Manchester City Mark Hughes justru didepak dari tampuk jabatannya dan digantikan oleh Roberto Mancini.

Sebelumnya pemain internasional asal Argentina Carlos Tevez menyuarakan tekad dan dukungan sepenuhnya kepada Mark Hughes, untuk tetap pada posisinya dan ia pun juga meminta kepada pihak manajemen tim tetap mempercayakan Hughes.

Akan tetapi sepertinya tim bertabur uang tersebut tidak peduli dengan himbauan dan kemauan dari Tevez, meski di pertandingan terakhir pada pekan ini mereka mampu menang tipis 4-3 atas Sunderland.

Sepertinya kemenangan tipis tersebut belum cukup untuk memuaskan hati manajemen tim sehingga keputusan mendepak mantan pemain Manchester United itu pun menjadi jalan terbaik untuk kedua kubu.

Dari penuturan situs resmi klub Manchester City, www.mcfc.co.uk, tim terkaya di dunia itu bakal segera mengumumkan mantan pelatih Inter Milan, Roberto Mancini dengan waktu sesegera mungkin.

Messi Berikan Barca Gelar Juara Dunia

Kandidat Pemain Terbaik Dunia Lionel Messi menjadi penentu kemenangan Barcelona atas jawara Amerika Selatan, Estudiantes, saat menang tipis 2-1 di Stadion Zayed Sport City, Sabtu (19/12).

Keberhasilan mereka mengangkat trofi dunia ini tentu saja melengkapi gelar juara mereka menjadi enam kali, setelah sebelumnya menggondol piala La Liga, Copa Del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions dan Piala Super Eropa.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir gelar Piala Dunia Klub selalu jatuh ke tangan klub-klub Eropa (AC Milan 2007 dan Manchester United 2008) dan kali ini Barcelona mampu menciptakan
hat-trick zona Eropa untuk mengungguli tim-tim Amerika Selatan.

Saat pertandingan baru berjalan lima menit Barcelona yang notabene merupakan jawara Eropa harus mendapatkan serangan terlebih saat umpan Juan Sebastian Veron yang mengirimkan umpan jitu kepada Enzo Perez masih dapat dibaca dengan baik oleh Valdes yang mengeblok bola dan kemudian dibuang Puyol.

Lima menit kemudian giliran Barcelona yang mengancam gawang Damian Albil saat Xavi Hernandez membuang peluang matang saat ia berkesempatan melepaskan tendangan ke arah gawang, namun justru diumpan kepada Henry dan Ibrahimovic yang posisinya sangat sulit untuk mengeksekusi bola.

Pada menit ke-27 Veron kembali berkesempatan melepaskan tendangan ke gawang Valdes, akan tetapi upaya mantan pemain yang pernah malang melintang di Eropa itu masih melambung dari mistar gawang.

Petaka menimpa juara Eropa saat memasuki menit 37, diawali umpan jauh bek kiri Enzo Perez dimanfaatkan dengan sempurna oleh
striker tajam Estudiantes Mauro Boselli yang mengalahkan Eric Abidal dalam perebutan bola udara meski Valdes sempat menepis bola namun bola tetap tidak tertahan lagi untuk masuk ke dalam gawang.

Usai melewati turun minum Barcelona yang ditangani oleh Pep Guardiola melakukan beberapa pergantian dengan memasukkan Toure, Pedro dan Jeffren. Sementara Estudiantes yang dibesut Alejandro Sabella juga melakukan hal serupa.

Masuknya Pedro dan Jeffren ternyata membuat alur serangan Barcelona lebih hidup mengingat Lionel Messi mendapatkan pengawalan ketat dari pemain-pemain Estudiantes yang sepertinya sudah mengenal baik karakter sang pemain.

Setelah beberapa kali mencoba peruntungannya untuk menyamakan kedudukan akhirnya Barcelona baru dapat mengimbangi keadaan satu menit menjelang bubaran saat umpan lambung Xavi ditanduk oleh Pique ke arah Pedro yang kemudian menyundul bola untuk melewati hadangan Albil dan pertandingan pun dilanjutkan hingga babak tambahan.

Di babak tambahan dewi fortuna benar-benar menaungi Barcelona, dimana kelengahan bek-bek Estudiantes membuat Lionel Messi dengan leluasa meneruskan umpan sempurna Dani Alves yang kemudian diteruskan dengan kontrol dada mengarah ke gawang tanpa dapat diselamatkan oleh Albil.

Mencoba untuk mengejar ketertinggalan Estudiantes beberapa kali sempat membuat Valdes kerepotan di detik-detik akhir, akan tetapi hingga wasit meniupkan peluit berakhirnya pertandingan, skor tidak berubah dan Barcelona pun berhak menyandang gelar dunia.

Susunan pemain:

Estudiantes: Albil, Re (Rojo 90), Desabato, Cellay, Rodriguez, Brana, Benitez (Sanchez 76), Diaz, Veron, Perez (Nunez 79), Boselli.

Barcelona: Valdes, Dani Alves, Pique, Puyol, Abidal, Busquets (Toure 79), Xavi, Keita (Pedro 45), Henry (Jeffren 83), Messi, Ibrahimovic.

Perebutan tempat ketiga:

Pohang 1 (Denilson 42)
Atlante 1 (Rafael Marquez 46)
Pohang menang adu penalti 4-3

Sabtu, 19 Desember 2009

Torres Berharap Benitez Bertahan

Mesin gol Liverpool Fernando Torres berharap pelatih timnya Rafael Benitez dapat bertahan di Anfiled meski posisinya saat ini tengah tertekan.

Masa depan Benitez tengah menjadi bahan perbincangan di Inggris. Pria asal Spanyol itu tengah terancam pemecatan akibat hasil buruk yang didapat timnya pada musim ini.

Kegagalan Liverpool melaju ke babak 16 besar Liga Champions serta terpuruknya mereka di papan tengah Liga Premier membuat Benitez kabarnya akan segera didepak bila tak mampu mengembalikan
The Reds ke jalur juara.

Di tengah kondisi yang tertekan, Benitez mendapat dukungan dari Torres. Eks pemain Atletico Madrid itu berharap Benitez dapat tetap bertahan.

"Saya tidak berpikir Rafa akan pergi, terutama di tengah-tengah musim. Ia masih memiliki empat tahun sisa di kontraknya dan ia tidak akan pergi melalui pintu belakang," tutur Torres kepada
The Daily Star.

Beckham Panaskan Rivalitas 2 Setan Merah


Salah satu partai seru di babak 16-besar Liga Champions adalah pertemuan antara AC Milan dan Manchester United. Terakhir, kedua tim yang sama-sama berjuluk Setan Merah itu bertemu di babak 16-besar musim 2004-05.

Pelatih Milan, Leonardo begitu antusias menghadapi hasil undian dan sudah tak sabar untuk meladeni Red Devils di San Siro pada 16 Februari nanti. "Seperti Milan, MU punya tradisi Eropa yang bagus," ungkapnya tanpa mau memprediksi hasil akhir.

Antusiasme yang sama juga melanda Sir Alex Ferguson. "Kami kembali bertemu Milan. Ini adalah hasil undian yang fantastis dan kami tak sabar menghadapinya," kata Fergie.

Dibandingkan pertemuan musim-musim sebelumnya, rivalitas kali ini akan terasa lebih panas. Hal itu tak lepas dari kemungkinan kembalinya David Beckham menantang klub yang membesarkannya, Red Devils.

Beckham dipastikan merapat ke San Siro pada Januari mendatang. Dalam blog pribadinya, dia menulis, "Sejak hengkang pada 2003, aku belum pernah kembali bertanding di Old Trafford. Aku berharap itu bisa terjadi." Ternyata harapan itu dikabulkan langsung.

Kubu Red Devils pun sudah siap menyambut mantan anak emasnya. "Semua orang di MU bakal gembira. Dia tentu akan mendapatkan respon yang fantastis karena jasanya yang demikian besar bagi klub," sebut juru bicara MU.